Pola lantai garis lurus ini dibedakan menjadi dua jenis, yakni garis lurus vertikal dan garis lurus horizontal. Ciri pola lantai garis lurus vertikal adalah penari membentuk garis lurus dari depan ke belakang atau sebaliknya. Contoh tariannya adalah Tari Serimpi (Jawa Tengah), Tari Yospen (Papua), dan Tari Baris Cengkedan (Bali). Dream - Pola lantai dalam tari sangat diperlukan untuk dapat menguasai berbagai jenis tarian. Pola lantai ini akan menjadi patokan bagi sang penari. Sehingga mendapatkan gerakan yang indah. Pola lantai sering digunakan dalam tari berkelompok. Yang berfungsi untuk menghindari adanya tabrakan antar penari dan mengetahui gerakan selanjutnya. Beberapa tarian daerah yang menggunakan pola lantai ini adalah tari serimpi dari tarian Jawa Tengah, tari yospan dari Papua, tari pasambahan dari Sumatera Barat dan tari baris cengkedan dari Bali. 2. Pola Lantai Horizontal. KOMPAS.com - Pola lantai dalam seni tari digunakan supaya para penari tidak saling bertabrakan dan bisa menguasai panggung.. Penggunaan pola lantai dipengaruhi bentuk penyajian tarinya. Sebagai contoh, tari tunggal tentunya memiliki pola lantai yang berbeda dengan tari kelompok. Menurut Muhdi Kurnia dalam buku Tari Tradisi Melayu, Eksistensi, dan Revitalisasi Seni (2016), pola lantai adalah Pola lantai ini membentuk garis lurus dari depan ke belakang atau sebaliknya. Pola lantai ini melambangkan hubungan antara manusia dengan manusia lainnya. Contoh: Tari Baris Cengkedan-Bali, Tari Serimpi-Jawa Tengah, dan Tari Yospan-Papua. 2. Pola Lantai Garis Lurus Horizontal. Pola lantai ini berjajar lurus dari kanan ke kiri atau sebaliknya. 1. Pola Lantai Lurus Vertikal. Seperti namanya, pola lantai lurus vertikal yaitu pola lantai yang lurus dan memanjang. Para penari yang jumlahnya lebih dari satu orang akan membentuk susunan atau formasi lurus, baik dilihat dari depan ke belakang maupun sebaliknya. hzDG.

tari baris cengkedan menggunakan pola lantai