Adakahyang lebih menyakiti hati Rasulullah Saw dari mengatakan bahwa orangtua Rasul Saw berada di neraka ? Nabi Saw melarang membicarakan jelek kepada orang yang sudah mati dan memeintahkan menutup lisan jika jika sahabat dipermasalahkan, maka menjaga lisan dari mempermasalahkna orantua Nabi Saw lebih berhak. SyaikhYusuf Al-Qardhawi dalam bukunya berjudul " Halal dan Haram dalam Islam" menyebutkan bahwa kawin mut'ah pernah diperkenankan oleh Rasulullah SAW sebelum stabilnya syariah Islamiah. Kala itu Rasulullah SAW membolehkan kawin mut'ah ketika dalam bepergian dan peperangan. "Hanya saja setelah kondisi stabil kawin jenis ini kemudian diharamkannya untuk selama-lamanya," ujar Al-Qardhawi. Dalambuku berjudul Muhammad: Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik, Martin Lings mengungkapkan, Nabi SAW sudah mengetahui bahwa Yastrib adalah lahan subur di antara dua jalur batu-batu hitam yang beliau lihat dalam mimpinya.Beliau juga tahu bahwa tibalah waktunya untuk hijrah. Sementara itu, Dr Ahzami Samiun Jazuli dalam bukunya mengenai Hijrah dalam Pandangan Al-Quran menuliskan, Imam NabiMuhammad biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Cukupdengan hanya berbekal sedikit yang dibawanya, Nabi Muhammad SAW tekun dalam perenungan dan peribadahan. Jauh dari segala kesibukan hidup dan keributan manusia. Ia mencari kebenaran dan hanya kebenaran semata. Demikian kuatnya beliau merenung mencari hakikat kebenaran itu, sehingga ia lupa akan dirinya. Dalamulasannya, Prof. Ahimsa menyebutkan bahwa Rasulullah Saw., dalam artian yang sebenarnya yakni sosok Muhammad, merupakan Al-Qur'an yang hidup. Hal ini dikarenakan kuatnya pemahaman di kalangan internal umat Islam bahwa akhlak Rasulullah Saw. merupakan Al-Qur'an. IAMriQw. Soal dan Jawaban materi Melaksanakan Pengurusan Jenazah – Agama Islam 11 SMA/SMK Berikut adalah soal mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas XI SMA/SMK/MA/MAK materi Melaksanakan Pengurusan Jenazah lengkap dengan kunci EssayMengapa Rasulullah saw. menyebutkan bahwa, “Mukmin yang paling banyak mengingat mati dan yang paling baik persediaannya untuk hidup setelah mati adalah mukmin yang paling cerdik.” Jelaskan!Sebutkan hal-hal yang sebaiknya segera dilakukan terhadap jenazah yang baru saja meninggal dunia sebelum jenazahnya dimandikan!Apa yang dimaksud dengan ta’ziyyah? Kemukakan pula hukumnya, alasan hukumnya, dan adab-adabnya!Jika orang yang meninggal dunia meninggalkan utang, bagaimana hukum melunasinya dan harta siapa yang digunakan untuk melunasi utangnya?Memandikan, mengafani, menyalatkan, dan menguburkan jenazah seorang muslim hukumnya adalah fardu kifayah. Jelaskan maksudnya!Kunci Jawaban1. Rasulullah saw. menyebutkan bahwa, “Mukmin yang paling banyak mengingat mati dan yang paling baik persediaannya untuk hidup setelah mati adalah mukmin yang paling cerdik.” Karena hanya orang-orang yang cerdaslah yang banyak mengingat mati dan menyiapkan bekal untuk karena itu, mengingat mati harus sering dilakukan agar manusia menyadari bahwa dirinya tidaklah akan hidup kekal. Tentu saja di samping kita mengingat mati, kita juga harus mempersiapkan bekal untuk menghadapi hidup setelah mati, yaitu segera bertobat dan memperbanyak amal Berikut hal-hal yang sebaiknya segera dilakukan terhadap jenazah yang baru saja meninggal dunia sebelum jenazahnya dimandikan, yaituPejamkanlah matanya dan mohon- kanlah ampun kepada Allah Swt. atas segala seluruh badannya dengan kain sebagai penghormatan dan agar tidak kelihatan di tempat yang aman dari jangkauan keluarga dan sahabat-sahabat dekatnya tidak dilarang mencium si Ta’ziyyah atau melayat adalah dengan maksud menghibur atau memberi semangat dan untuk mengunjungi orang yang sedang tertimpa musibah adalah sunnah. Alasan hukumnya adalah hadis nabi, salah satunya adalah sebagai berikut dariUmayah ra. mengatakan bahwa anak perempuan Rasulullah saw. menyuruh seseorang untuk memanggil dan memberi tahu beliau bahwa anaknya dalam keadaan hampir mati. Lalu, beliau bersabda, “Kembalilah engkau kepadanya. Katakan bahwa segala yang diambil dan yang diberikan, bahkan apa pun yang ada di hadapan kita kepunyaan Allah. Dialah yang menentukan ajalnya, maka suruhlah ia sabar dan tunduk kepada perintah.” Bukhari Muslim.Adapun adab etika orang ber-ta’ziyyah melayat dalam Islam, antara lain seperti doa untuk kebaikan dan ampunan terhadap orang yang meninggal serta kesabaran bagi orang yang pembicaraan yang menambah sedih keluarga yang ditimpa canda-tawa apalagi sampai turut menyalati mayat dan turut mengantarkan ke pemakaman sampai selesai makanan bagi keluarga yang ditimpa Jika orang yang meninggal dunia meninggalkan utang, hukum melunasinya adalah wajib, dengan ahli waris atau keluarga sebagai harta yang digunakan untuk melunasi utangnya adalah dari harta yang ditinggalkan / harta waris sebelum dibagi kepada ahli waris. Atau dengan menggunakan harta keluarga atau sumbangan kerabat / Memandikan, mengafani, menyalatkan, dan menguburkan jenazah seorang muslim hukumnya adalah fardu kifayah. Maksudnya adalah kewajiban secara bersama-sama atau gotong royong. Apabila sebagian dari kaum muslimin sudah melaksanakannya, maka kaum muslim yang lainnya tidak terkena kewajiban maupun dosa. Sebaliknya, jika tidak ada satu pun yang melaksanakan, maka berdosa semuanya, tentu yang terkena dosa adalah kaum muslim yang berada tidak jauh dari tempat tinggal jenazah tersebut.

mengapa rasulullah saw menyebutkan bahwa