Revolusihijau dimulai oleh seorang pakar agronomi, Norman Borlaug, yang berhasil menciptakan varietas baru benih gandum pada 1940-an, lalu membudidayakannya di Meksiko. Bukan hanya itu, Norman Borlaug juga mempromosikan penggunaan pupuk kimia dan sistem irigasi modern. Dalam kurun waktu dua dekade, Meksiko yang awalnya negara pengimpor gandum unsurmakro lain dan unsur mikro pada laju yang berbeda. Penggunaan berbagai kombinasi pupuk organik mungkin dapat menggantikan pupuk kimia (Yulipriyanto, 2010: 227). Melalui fungsi biologiknya, karbon dalam bahan organik merupakan sumber energi utama bagi aktivitas mikroorganisme tanah. Penambahan bahan Prosesrevolusi hijau di Indonesia menerapkan 4 hal penting yaitu sistem irigasi untuk penyedia air, penggunaan pupuk secara optimal, penggunaan pestisida berdasarkan tingkat serangan hama, dan penggunaan bahan tanam berkualitas seperti varietas unggul. Cara pemerintah Indonesia mendorong revolusi hijau sebagai berikut: 1. Efektivitaspenggunaan pupuk urea tidak bertahan lama karena penggunaan pupuk kimia secara terus menerus dapat menyebabkan perubahan struktur tanah, pemadatan, kandungan unsur hara tanah menurun dan tanah menjadi tercemar (Triyono, 2013). Salah satu upaya dalam mengurangi penggunaan pupuk anorganik yaitu dengan pemberian DampakPenggunaan Pupuk Kimia terhadap Kesuburan Tanah (Makalah Bahasa Indonesia) Disusun Oleh: Tia Prabawati Suhengsi (3325122122) PROGRAM STUDI KIMIA JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2013 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini, ketergantungan petani akan pupuk kimia semakin besar. Cara mengatasi pencemaran tanah yang harus pertama kali diperhatikan adalah caranya mengurangi polutan penyebab pencemaran. Dengan begitu, kita bisa mengatasi pencemaran tanah secara bertahap.. Penyebab pencemaran tanah, seperti limbah industri, penggunaan pupuk kimia, ataupun sampah rumah tangga harus dikurangi dan diolah lebih baik lagi. fLAFq2.

cara mengatasi penggunaan pupuk kimia yang berlebihan